Kamis, 01 November 2012


                               Environmentally Friendly Company

The Company is an organization where the resources (inputs) such basic materials and labor are managed and processed to produce goods or services (outputs) to customers. The company is an environmentally friendly company that attention to the relationship between each step in making the production of such input, processing and output to the environment. A company is required to pay attention to the environment so that the company can continue to produce. Companies that do not pay attention to the danger of not being able to be productive anymore due to some things that caused the company. Environment is one of the important factors that play a role determining a company's production. Environment that will support the production of a product.
Suatu perusahaan harus memperhatikan input yaitu bahan baku yang masuk. Setiap bahan baku yang masuk diharapkan tidak mengganggu lingkungan yang ada tetapi dapat melestarikan. Perusahaan harus memilah pemasokan bahan baku agar pemasokan bahan baku dapat dilakukan secara berkala. Perusahaan tentulah menginginkan bahan baku yang murah dan bagus tetapi jika bahan itu merusak lingkungan lebih baik perusahaan mencari alternatif bahan yang memenuhi syarat kepada pemasok lain yang memperhatikan lingkungan. Contohnya suatu perusahaan akan memasok kayu untuk diproses menjadi bangku. Perusahaan tentu membeli bahan baku kepada pemasok yang tepat serta pemasok itupun harus memperbaharui lingkungan yang ada maksudnya jika kayu tersebut diambil, sipemasok harus menanam pohon kembali agar kestabilan lingkungan tetap terjaga.
Pemeliharaan lingkungan merupakan suatu tuntutan diera pemanasan global saat ini. Tahap kedua dalam proses produksi adalah  pemrosesan. Perusahaan yang sedang beroperasi tentu harus memperhatikan pengolahan bahan yang akan menghasilkan limbah. Limbah yang dihasikan harus dibuang pada tempatnya dan tidak mencemari lingkungan yang ada di lingkungan perusahaan tersebut. Lebih baik laki jiga limbah yang dihasilkan akan diolah kembali menjadi produk yang bermanfaat bagi masyarakat. Bukan hanya limbah tetapi hal lain yang diperhatikan adalah listrik yang dipakai. Perusahaan harus bisa menggunakan listrik secara efisien dan efektif pada saat pemrosesan serta penggunaannya terhadap operasi pendukung berjalanya perusahaan. Perusahaan tentu dapat mengontrol penggunaan listrik dengan tagihan yang ada pada setiap bulannya. Jika tagihan bulan ini lebih besar dari rata-rata tagihan perusahaan berarti perusaan mengalami pemborosan terhadap listrik dan perusahaan pada bulan berikutnya dapat mengontrol penggunaan agar efektif dan efisien. Contoh penghematan listrik yang dilakukan adalah perusahaan semen gresik Pada proyek power plant di Tuban dan Tonasa menghasilkan daya sekitar 4 megawatt per 1 line pabrik karena gas buang dari suspension preheater dan grate cooler sebagian besar sudah termanfaatkan dalam proses operasional di rawmill dan coalmill. Efisiensi berupa penghematan biaya listrik yang bisa didapatkan dari operasi 1 line pabrik di Tuban serta Tonasa bisa mencapai Rp 24 miliar per tahun. Pembangunannya membutuhkan investasi Rp 115 miliar dan diperkirakan titik impasnya bakal dicapai hanya dalam 56 bulan. Berdasarkan perhitungan, biaya pembangkit listrik menggunakan waste heat recovery generation (WHRG) atau tenaga panas gas buang hanya sekitar Rp 100 kilowatt hour, sedangkan harga dari PLN untuk industri saat ini mencapai Rp 900 per kilowatt hour.
Tahap ketiga adalah output, penghasilan bahan baku yang dihasilkan tentulah tidak merusak lingkungan. Maksudnya seperti kemasan yang digunakan pada barang yang telah dihasilkan bisa didaur ulang untuk produksi barang tertentu. Produksi tersebut tentu memberikan penambahan fungsi bagi kemasan yang harusnya tidak memiliki kelebihan yang dipunya. Perusahaan yang ada juga tentu ikut memperhatikan produk yang dihasilkan, sehingga sampai konsumen tersebut merasa produk tersebut tidak hanya berguna bagi dirinya tetapi sisanyapun dapat berguna bagi orang lain.  Contohnya kemasan kopi, jika setiap kemasan dikumpulkan bisa digunakan untuk membuat tas dan menghasilkan value bagi sebagian orang.
Referensi
 -  Tri Subeno, Bambang.  Wujudkan Perusahaan Ramah Lingkungan.  http://www.suaramerdeka.com waktu download 30 oktober 2012.
-    Ratna Ningsih, Maria. Peran Perkantoran dalam Penerapan Green Office. www.stiks-tarakanita.ac.id waktu download 30 oktober 2012.
- Author. Pengertian dan Definisi Perusahaan. carapedia.com/pengertian_definisi_perusahaan_info2035.html waktu download 30 oktober 2012.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar