Environmentally
Friendly Company
The Company is an organization where the resources
(inputs) such basic materials and labor are managed and processed to produce
goods or services (outputs) to customers. The company is an environmentally
friendly company that attention to the relationship between each step in making
the production of such input, processing and output to the environment. A
company is required to pay attention to the environment so that the company can
continue to produce. Companies that do not pay attention to the danger of not
being able to be productive anymore due to some things that caused the company.
Environment is one of the important factors that play a role determining a
company's production. Environment that will support the production of a
product.
Suatu perusahaan harus memperhatikan input yaitu bahan
baku yang masuk. Setiap bahan baku yang masuk diharapkan tidak mengganggu
lingkungan yang ada tetapi dapat melestarikan. Perusahaan harus memilah
pemasokan bahan baku agar pemasokan bahan baku dapat dilakukan secara berkala.
Perusahaan tentulah menginginkan bahan baku yang murah dan bagus tetapi jika
bahan itu merusak lingkungan lebih baik perusahaan mencari alternatif bahan
yang memenuhi syarat kepada pemasok lain yang memperhatikan lingkungan.
Contohnya suatu perusahaan akan memasok kayu untuk diproses menjadi bangku.
Perusahaan tentu membeli bahan baku kepada pemasok yang tepat serta pemasok
itupun harus memperbaharui lingkungan yang ada maksudnya jika kayu tersebut
diambil, sipemasok harus menanam pohon kembali agar kestabilan lingkungan tetap
terjaga.
Pemeliharaan lingkungan merupakan suatu
tuntutan diera pemanasan global saat ini. Tahap kedua dalam proses produksi
adalah pemrosesan. Perusahaan yang
sedang beroperasi tentu harus memperhatikan pengolahan bahan yang akan
menghasilkan limbah. Limbah yang dihasikan harus dibuang pada tempatnya dan
tidak mencemari lingkungan yang ada di lingkungan perusahaan tersebut. Lebih
baik laki jiga limbah yang dihasilkan akan diolah kembali menjadi produk yang
bermanfaat bagi masyarakat. Bukan hanya limbah tetapi hal lain yang
diperhatikan adalah listrik yang dipakai. Perusahaan harus bisa menggunakan
listrik secara efisien dan efektif pada saat pemrosesan serta penggunaannya
terhadap operasi pendukung berjalanya perusahaan. Perusahaan tentu dapat
mengontrol penggunaan listrik dengan tagihan yang ada pada setiap bulannya.
Jika tagihan bulan ini lebih besar dari rata-rata tagihan perusahaan berarti
perusaan mengalami pemborosan terhadap listrik dan perusahaan pada bulan
berikutnya dapat mengontrol penggunaan agar efektif dan efisien. Contoh
penghematan listrik yang dilakukan adalah perusahaan semen gresik Pada
proyek power plant di Tuban dan Tonasa menghasilkan daya sekitar 4 megawatt per
1 line pabrik karena gas buang dari suspension preheater dan grate cooler
sebagian besar sudah termanfaatkan dalam proses operasional di rawmill dan
coalmill. Efisiensi berupa penghematan biaya listrik yang bisa didapatkan dari
operasi 1 line pabrik di Tuban serta Tonasa bisa mencapai Rp 24 miliar per
tahun. Pembangunannya membutuhkan investasi Rp 115 miliar dan diperkirakan
titik impasnya bakal dicapai hanya dalam 56 bulan. Berdasarkan perhitungan,
biaya pembangkit listrik menggunakan waste heat recovery generation (WHRG) atau
tenaga panas gas buang hanya sekitar Rp 100 kilowatt hour, sedangkan harga dari
PLN untuk industri saat ini mencapai Rp 900 per kilowatt hour.
Tahap ketiga adalah output, penghasilan
bahan baku yang dihasilkan tentulah tidak merusak lingkungan. Maksudnya seperti
kemasan yang digunakan pada barang yang telah dihasilkan bisa didaur ulang
untuk produksi barang tertentu. Produksi tersebut tentu memberikan penambahan
fungsi bagi kemasan yang harusnya tidak memiliki kelebihan yang dipunya.
Perusahaan yang ada juga tentu ikut memperhatikan produk yang dihasilkan,
sehingga sampai konsumen tersebut merasa produk tersebut tidak hanya berguna
bagi dirinya tetapi sisanyapun dapat berguna bagi orang lain. Contohnya kemasan kopi, jika setiap kemasan
dikumpulkan bisa digunakan untuk membuat tas dan menghasilkan value bagi
sebagian orang.
Referensi
-
Tri Subeno,
Bambang. Wujudkan Perusahaan Ramah
Lingkungan. http://www.suaramerdeka.com
waktu download 30 oktober 2012.
-
Ratna
Ningsih, Maria. Peran Perkantoran dalam Penerapan Green Office. www.stiks-tarakanita.ac.id waktu
download 30 oktober 2012.
- Author.
Pengertian dan Definisi Perusahaan. carapedia.com/pengertian_definisi_perusahaan_info2035.html
waktu download 30 oktober 2012.